Month: April 2019

Koperasi Serba Usaha (KSU) Mandiri Jaya

ksu-mandiri-jaya

Dibentuk pada tahun 2007, awalnya Koperasi Serba Usaha (KSU) Mandiri Jaya bernama LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) Mandiri Jaya yang bernaung di bawah Gapoktan Mandiri Jaya. Pada tahap awal, LKMA ini menghimpun permodalan secara swadaya. Baru kemudian pada akhir tahun 2009, LKMA mendapatkan bantuan dana PUAP dari Kementerian Pertanian sebesar 100 juta rupiah yang diberikan secara bertahap.

Baca ini ya: Gapoktan Mandiri Jaya

Pada tahap penumbuhan, jumlah anggota LKMA Mandiri Jaya adalah 50 orang dan pada saat ini bertambah menjadi 131 orang. Perkembangan dana PUAP berdasarkan hasil RAT tahun buku 2018 sebesar Rp. 171.764.912,- yang menandakan bahwa pengembangan dana PUAP ini terus berjalan di bawah payung LKMA dan Gapoktan Mandiri Jaya.

ksu-mandiri-jaya

Seiring dengan kemajuan yang diperoleh LKMA Mandiri Jaya, maka lembaga keuangan yang digawangi oleh Bapak Napi ini kemudian berganti nama menjadi KSU Mandiri Jaya sejak tanggal 24 Desember 2014. Sejak berganti menjadi koperasi, maka KSU Mandiri Jaya wajib melaksanakan Rapat Anggota Tahunan yang hingga saat ini sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali.

Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh KSU Mandiri Jaya dalam rangka menunjang kegiatan antara lain:

No. Fasilitas Jumlah Unit Sumber Kondisi
1. Bangunan
1. Sekretariat 1 Swadaya Baik
2. Fasilitas Kantor
1. Meja tulis 2 Swadaya Baik
2. Kursi 2 Swadaya Baik
3. Lemari arsip 1 Swadaya Baik

Gapoktan Mandiri Jaya

gapoktan-mandiri-jaya

Terbentuknya gabungan kelompoktani (Gapoktan) “Mandiri Jaya” yaitu pada tahun 2007, berawal dari adanya persamaan kepentingan diantara petani-petani yang ada di wilayah desa Cikarawang kecamatan Dramaga, dalam hal komoditi tanaman pangan yang ditanam terutama komoditi umbi-umbian dan juga dalam hal pemasaran hasil panen.

Dalam rangka menyatukan kepentingan yang sama ke arah usaha Agribisnis Terpadu terutama dalam mengakses pasar dan permodalan, petani-petani lainnya yang tergabung dalam kelompoktani tanaman pangan, kelompoktani ternak dan kelompok wanita tani pengrajin olahan hasil pertanian, bergabung menjadi satu membentuk Gabungan Kelompoktani yang bernama Gapoktan “Mandiri Jaya”.

Pada tanggal 7 September 2007 melalui bimbingan Petugas Penyuluh Pertanian yang dikukuhkan melalui rapat pengukuhan Gapoktan serta disahkan oleh Kepala Desa Cikarawang dan Camat Dramaga menjadi GAPOKTAN MADIRI JAYA dengan anggota 154 orang.

Tujuan dibentuknya Gapoktan “Mandiri Jaya” adalah :

  1. Mengembangkan kapasitas pelaku utama dalam berorganisasi yang lebih formal.
  2. Mengembangkan kapasitas pelaku utama dalam mengelola usaha secara lebih efisien dan menguntungkan.
  3. Membantu meningkatkan akses kelompok tani untuk memanfaatkan fasilitas yang ada disekitarnya, seperti subsidi benih, subsidi pupuk, dan lain-lain.
  4. Memberikan pendampingan kepada kelompok tani dalam penumbuhan gabungan kelompok tani kearah kelembagaan yang berbadan hukum melalui proses yang partisipatif dan bertahap serta sesuai dengan kondisi lokal dalam meningkatkan posisi tawar.
  5. Menumbuhkembangkan jiwa kepemimpinan, kewirausahaan dan kemampuan manajerial pelaku utama dan pelaku usaha.
  6. Memberikan arah dan petunjuk kepada Gapoktan tentang pola penyaluran dan pemanfaatan dana BLM.
  7. Menetapkan arah pengembangan sistem dan usaha agribisnis desa sesuai dengan potensi ekonomi desa PUAP.
  8. Memberikan petunjuk pemanfaatan dana PUAP dalam rangka penumbuhan usaha anggota serta membangun jaringan pasar.

Selanjutnya, seiring dengan berkembangnya zaman dan kebutuhan perekonomian, maka melalui Gapoktan dan LKMA, dibentuklah KEP Tani Jaya Bersama yang menjadi badan usaha Gapoktan Mandiri Jaya di Desa Cikarawang.

Baca ini yuk: KEP Tani Jaya Bersama

Jambu Kristal

jambu-kristal

Jambu Kristal (Buah dan Bibit)

Selain palawija, Desa Cikarawang juga dikenal sebagai penghasil jambu kristal baik buah segarnya maupun perbanyakan bibitnya. Buah jambu kristal menginduk pada Kelompok Tani Subur Makmur yang tersebar di Desa Cikarawang.

Untuk pemesanan silahkan hubungi kontak berikut:

Badri – 082110058827

Irmawan – 08128514791 / 085890852627

Ahmad Bastari – 0817181272

 

Kacang Tanah

kacang-tanah

Kacang Tanah

Komoditas kacang tanah adalah salah satu komoditas unggulan yang ditanam di Desa Cikarawang. Secara umum komoditas ini banyak diusahakan di dua kelompok tani di Desa Cikarawang yaitu Kelompok Tani Hurip dan Kelompok Tani Mekar.

Silahkan menghubungi kontak berikut ini untuk pemesanan:

Kelompok Tani Hurip : Ahmad Bastari – 0817-181-272

Kelompok Tani Mekar: Enin – 0857-7848-2279

KWT Dahlia, Dari Pekarangan Hingga Olahan Pangan

kwt-dahliaKelompok Wanita Tani Dahlia atau disingkat KWT Dahlia adalah kelompok wanita tani yang dibentuk pada tahun 2014 dan berlokasi di Dusun 3 Desa Cikarawang. Berawal dari keinginan untuk mengisi kegiatan melalui olahan pangan, lima orang ibu-ibu yang menjadi pencetus berdirinya KWT Dahlia mulai mendirikan KWT Dahlia sebagai wadah organisasi yang menjembatani anggota untuk belajar dan mampu mengisi aktivitasnya dengan hal yang bermanfaat.

Awalnya KWT Dahlia bergerak dimulai dari kegiatan pemanfaatan pekarangan yang dilakukan secara swadaya. Selama proses tersebut, terjadi dinamika kelompok yang cukup menguji mental para pengurus. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kelompok ini mulai mengambil hati dari dinas maupun instansi terkait berkat kegigihan usaha para pengurusnya.

Kelompok ini kemudian mendapatkan program pengembangan pemanfaatan pekarangan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor yang membantu mereka dalam menanam aneka sayuran serta buah di pekarangan masing-masing.

kwt-dahliaSelain mengembangkan pekarangan, KWT Dahlia juga concern dalam usaha pengolahan hasil. Berkat kegigihan pengurus dalam mengembangkan produk, beberapa anggota KWT Dahlia mampu mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI dan PIRT dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Berkat sertifikasi tersebut, produk KWT Dahlia mampu menembus pasar baik secara offline maupun online.

Kedepannya, KWT Dahlia masih akan terus mengembangkan produk olahan lain dengan berbahan dasar singkong, ubi jalar, jagung manis, serta komoditas lokal lainnya yang mungkin belum diangkat.

Kecintaan akan pangan lokal bergizi menjadikan kelompok ini terus berinovasi dengan mengikuti aneka macam lomba meskipun belum memperoleh kejuaraan. Bagi mereka partisipasi dalam lomba adalah ajang untuk mengasah kemampuan sekaligus mempelajari teknologi yang diterapkan dari kelompok atau daerah lain.

 

KWT Mawar, Kompak Mengembangkan Pemupukan Modal

kwt-mawar

Meskipun belum seberhasil seniornya, kelompok wanita tani (KWT) Mawar cukup kompak dalam aktivitas bulanan yang dilakukan oleh anggota serta pengurus. Jumlah anggota yang lebih sedikit, tidak menjadikan mereka patah semangat untuk maju. KWT Mawar hadir menjadi penyokong Poktan Setia yang menjadikan komoditas singkong sebagai komoditas utama.

Kelompok ini sering melakukan pertemuan kelompok yang dilakukan rutin hampir setiap bulannya. Pada pertemuan kelompok, anggota dan pengurus melakukan pemupukan modal sesuai komitmen awal yaitu melalui tabungan dan juga arisan. Tabungan yang terkumpul kemudian dijadikan sebagai simpan pinjam yang hanya boleh diakses oleh anggota. Berkat pemupukan modal tersebut, keperluan permodalan anggota menjadi cukup terbantu.

Kemudian sebagai penyokong Poktan Setia yang menjadikan singkong sebagai komoditas utama, KWT Mawar juga turut membantu dalam proses pembuatan tepung mocaf. Selain itu, secara bertahap anggota KWT Mawar juga sudah mulai membuat produk berbahan tepung mocaf yaitu Nastar Mocaf dan Bolu Mocaf yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan.

nastar-mocaf

KWT Mawar juga mencoba merambah melakukan olahan ubi jalar ungu dengan membuat cemilan berupa kembang goyang ubi ungu dan keripik ubi jalar ungu yang rasanya manis. Sayangnya produk ini hanya diproduksi apabila ada permintaan sehingga belum tersedia secara kontinyu.

kwt-mawar

Selain mengusahakan permodalan dan produk olahan, KWT Mawar juga mengusahakan pemanfaatan pekarangan dengan menanam sayuran daun serta bumbu dapur. Awalnya kelompok ini memang lebih cenderung memanfaatkan pekarangan daripada menghasilkan produk. Namun seiring berjalannya waktu, kedua hal tersebut dapat dijalani secara beriringan.

Manisnya Olahan Ubi Jalar Khas KWT Melati

kwt-melati

Berstatus sebagai kelompok wanita tani (kwt) kelas madya, menjadikan KWT Melati sebagai kwt paling senior di Desa Cikarawang. Kelompok ini merupakan kelompok pendukung dari Poktan Hurip yang mengkhususkan dirinya dalam budidaya ubi jalar. Sementara itu, KWT Melati yang beranggotakan kurang lebih 20 orang menjadikan ubi jalar sebagai pangan olahan yang memiliki nilai tambah.

Sebagai salah satu cara mendukung diversifikasi pangan yang digaungkan oleh pemerintah, KWT Melati berusaha untuk menghasilkan produk olahan lokal berbasis ubi jalar dan tepung ubi jalar.

Produk olahan dengan menggunakan ubi jalar segar diolah menjadi keripik ubi jalar dan minuman sari ubi jalar. Sedangankan produk olahan yang menggunakan tepung ubi jalar diolah menjadi brownies ubi jalar dan muffin ubi jalar.

Untuk memasarkan produknya, KWT Melati dibantu oleh berbagai pihak, mulai dari dinas terkait di Pemkab Bogor, mapun lembaga dan mahasiswa dari IPB dan Universitas Juanda. Berkat dukungan tersebut, produk KWT Melati cukup dikenal oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor.

Banyak sekali tantangan yang dihadapi dalam pemasaran produk di antaranya adalah masih kalah saing oleh produk yang menggunakan bahan dasar terigu. Padahal seperti yang kita ketahui mengkonsumsi terigu secara terus-menerus itu tidak baik. Inilah yang perlu diperjuangkan oleh KWT Melati ketika memasarkan produknya yaitu memberikan edukasi tentang manfaat ubi jalar sebagai pengganti terigu.

Apabila ingin mencoba produk olahan dari KWT Melati, dapat melihat halaman kategori produk di website ini atau klik tautan INI.

brownies-ubi

 

Kelompok Subur Makmur, Penghasil Buah dan Bibit Jambu Kristal dari Cikarawang

kelompok-tani-subur-makmur

Didirikan pada tahun 2012, kelompok ini menjadi kelompok hortikultura satu-satunya di Desa Cikarawang. Mereka adalah para petani yang menghasilkan buah dan bibit jambu kristal yang tergabung dalam Kelompok Tani Subur Makmur.

Jika kelompok lain lebih memilih menanam palawija lantaran tidak mendapatkan air, maka kelompok ini lebih memilih menanam jambu kristal di lahan yang juga minim akses air. Ada alasan yang membuat kelompok ini lebih memilih mengusahakan komoditas jambu kristal.

Pertama, karena saat itu komoditas jambu kristal sedang booming sementara yang menanam baru sedikit. Itu sebabnya para petani di Poktan Subur Makmur lebih memilih menanam komoditas tahunan yang dianggap memiliki pasar yang lebih jelas akibat permintaan yang cukup banyak.

Kedua, karena ingin mendukung program pemerintah yang mengajak masyarakat untuk gemar mengkonsumsi buah khususnya buah-buahan lokal. Tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia diketahui masih sangat sedikit, kurang lebih di bawah 100 ton per tahun (sumber: ). Sementara di negara maju, tingkat konsumsi buah mencapai di atas 300 ton per tahun.

kelompok-tani-subur-makmur

Ketiga, karena jambu kristal merupakan buah yang unik. Berbeda dari jambu pada umumnya, jambu kristal memiliki rasa yang manis dengan tekstur renyah serta minim biji atau seedless. Apalagi diketahui bahwa vitamin C yang terkandung dalam buah jambu kristal sangat baik untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh.

Ketiga alasan itulah yang akhirnya Poktan Subur Makmur hingga kini tetap mengusahakan jambu kristal sebagai komoditas utama usaha pertanian mereka. Meskipun baru dibentuk sekitar tahun 2012 lalu, sebanyak 19 orang pettani yang tergabung dalam Poktan Subur Makmur sudah sangat mahir dalam budidaya jambu kristal. Bahkan mereka kerap melakukan percobaan sendiri demi untuk menghasilkan jambu kristal yang berkualitas.

Kedepannya, sambil mengusahakan jambu kristal, kelompok ini juga mulai mencoba mengembangkan bibit jambu lainnya yaitu jambu deli yang juga memiliki rasa sangat manis.

Dukungan Kelompok Tani Mekar untuk Lumbung Pangan di Desa Cikarawang

kelompok-tani-mekar

Dapat dikatakan Kelompok Tani Mekar (Poktan Mekar) adalah kelompok pangan yang paling bungsu di Desa Cikarawang. Meskipun begitu, keberadaan kelompok tani ini cukup penting mengingat lahan yang ada di Poktan Mekar masih mendukung lumbung padi di Desa Cikarawang meskipun keberadaan air tidak selancar di Poktan Subur Jaya.

Poktan Mekar memiliki anggota sekitar 59 orang (berdasarkan pengajuan RDKK 2019) dengan luas lahan yang dapat ditanami padi seluas 17 hektar. Luasan ini bisa jadi akan lebih apabila akses air pada jides dan jitut yang mengaliri lahan Poktan Mekar berjalan lancar.

Poktan Mekar mampu menanam padi hingga dua musim tanam selama persediaan air ada. Setelah itu akan berganti komoditas menjadi tanaman ubi jalar, bengkoang, dan kacang tanah.

Untuk mendukung budidaya tanaman yang ada di Poktan Mekar, telah dilakukan diseminasi teknologi melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan adalah SL PTT padi sawah yang dilaksanakan secara swadaya, demplot PTT, demonstrasi cara, dan pertemuan rutin kelompok.

kelompok-tani-mekar

Demplot PTT padi sawah yang sudah dilakukan di Poktan Mekar cukup memberikan keyakinan kepada beberapa anggota kelompok terutama dalam hal penggunaan jarak tanam jajar legowo 2:1. Dari hasil ubinan diketahui bahwa hasil demplot jarwo mampu menghasilkan produksi lebih banyak 1.34 ton GKP lebih banyak dibandingkan hasil ubinan tanpa jarak tanam. Diharapkan dari hasil perbandingan tersebut, para petani selanjutnya mau menerapkan PTT padi sawah.

Selanjutnya untuk mendukung keberhasilan tanam ubi jalar di Poktan Mekar, telah dilakukan percobaan membuat perangkap Fero-Lanas untuk mengurangi populasi hama lanas di Poktan mekar.

Kedepannya masih banyak agenda yang perlu dilakukan di Poktan Mekar, mengingat kelompok ini berkembang lebih belakang dibanding tiga kelompok pangan lainnya di Desa Cikarawang.

Potensi Kelompok Tani Subur Jaya Sebagai Lumbung Padi Desa Cikarawang

kelompok-tani-subur-jaya

Sesuai dengan namanya, Subur Jaya, kelompok tani ini adalah salah satu kelompok yang diharapkan sebagai lumbung padi di Desa Cikarawang. Hal tersebut terjadi mengingat banyak sekali perubahan yang terjadi di Desa Cikarawang akibat pembangunan dan alih fungsi lahan. Salah satunya adalah akses air yang sulit didapatkan di dua poktan yaitu Hurip dan Setia. Maka Poktan Subur Jaya selaku poktan yang hingga saat ini masih mendapatkan akses air, menjadikannya sebagai harapan lumbung padi di Desa Cikarawang.

Saat ini, kelompok tani Subur Jaya beranggotakan kurang lebih 30 orang (berdasarkan pengajuan RDKK 2019) dengan luas garapan khusus padi kurang lebih 15 ha. Sebenarnya dapat diusahakan lebih dari luasan tersebut asalkan air terpenuhi hingga dua musim penanaman padi.

kelompok-tani-subur-jaya

Guna mendukung kebutuhan adopsi teknologi di Kelompok Tani Subur Jaya, telah dilakukan berbagai aktivitas penyuluhan seperti diadakannya sekolah lapang (SL) baik SL PTT maupun SL PHT, demplot varietas unggul baru, demonstrasi cara, hingga pertemuan rutin.

Dari beberapa aktivitas penyuluhan yang telah dilakukan, ada beberapa petani yang akhirnya benar-benar mau mengadopsi informasi teknologi yang diberikan seperti penggunaan jarak tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, penggunaan pestisida organik, hingga membuat perangkap untuk mengurangi hama.

Tantangan yang dihadapi oleh kelompok ini selanjutnya adalah bagaimana mampu menambah partisipasi anggota kelompok agar sama-sama melaksanakan kegiatan budidaya yang menguntungkan. Hal yang sudah terlihat di kelompok ini adalah adanya tanam serempak khusus padi karena sudah dirasakan manfaatnya apabila dilakukan tanam serempat yang ternyata mampu mengurangi hama penyakit.

Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan adalah kedisiplinan anggota kelompok dalam memelihara saluran irigasi bekerja sama dengan P3A Patapaan Medang. Ini menjadi pekerjaan rumah jangka panjang bagi kelompok mengingat air menjadi kebutuhan vital dalam budidaya.

Kelompok Tani Setia, Mengubah Singkong Menjadi Lebih Istimewa

poktan-setia-tepung-mocaf

Salah satu kelompok tani yang ada di Desa Cikarawang adalah Kelompok Tani Setia (Poktan Setia). Kelompok tani ini menjadikan ubi kayu atau singkong sebagai komoditas unggulan. Pemilihan komoditas ini bukanlah tanpa sebab, selalin karena memang sudah memiliki pasar, kondisi agroekosistem yang berada di lahan kelompok memang cenderung lebih cocok untuk penanaman palawija khususnya singkong.

Poktan Setia beranggotakan kurang lebih 19 orang (berdasarkan data pengajuan RDKK 2019) dengan kelas kelompok Lanjut. Poktan Setia mampu melihat peluang pasar lebih mendalam dengan memberikan nilai tambah pada komoditas singkong yaitu mengubahnya menjadi tepung mocaf yang sedang trend sebagai pengganti gandum dan terigu.

kelompok-tani-setia-tepung-mocaf

Poktan Setia sendiri mampu menghasilkan kurang lebih 20 ton singkong per bulan. Hasil panen segar ini juga sudah dilirik oleh Green Hope (dulunya PT Tirta Marta) yang mengolah aci singkong menjadi kantong plasting ramah lingkungan (biodegradable) berlabel Ecoplas.

Demi terpenuhinya kebutuhan aci singkong ini, Poktan Setia telah melakukan MOU dengan PT Tirta Marta sejak tahun 2012 lalu. Poktan Setia wajib mengirimkan sebanyak 2 ton singkong segar kepada PT Tirta Marta untuk selanjutnya diolah menjadi aci dan dibuat menjadi Ecoplas.

Kelebihan hasil panen segar singkong ataupun umbi singkong yang berukuran kecil namun masih memiliki kualitas yang baik, selanjutnya diolah menjadi tepung mocaf yang merupakan modifikasi tepung singkong yang telah difermentasi.

Baca ini yuk: Tepung Mocaf Setia

tepung-mocaf-

Tepung mocaf ini memiliki tekstur yang halus sehingga dapat menggantikan kecanduan akan terigu. Dengan demikian cita-cita untuk menggunakan produk pangan lokal non terigu dapat tercapai sehingga secara tidak langsung, Poktan Setia telah mendukung pemerintah dalam diversifikasi pangan.

Untuk kebutuhan tepung mocaf sendiri, Poktan Setia telah mampu menghasilkan tepung mocaf sebanyak 3 ton per bulan dengan konsumen para pelaku UKM sejabodetabek.

Hasil dari tepung mocaf ini juga diolah menjadi produk pangan yang dikelola oleh KWT Mawar dalam bentuk Nastar Mocav dan KWT Dahlia dalam bentuk Pangsit Mocaf serta Brownies Mocaf.