KWT Mawar, Kompak Mengembangkan Pemupukan Modal

Meskipun belum seberhasil seniornya, kelompok wanita tani (KWT) Mawar cukup kompak dalam aktivitas bulanan yang dilakukan oleh anggota serta pengurus. Jumlah anggota yang lebih sedikit, tidak menjadikan mereka patah semangat untuk maju. KWT Mawar hadir menjadi penyokong Poktan Setia yang menjadikan komoditas singkong sebagai komoditas utama.
Kelompok ini sering melakukan pertemuan kelompok yang dilakukan rutin hampir setiap bulannya. Pada pertemuan kelompok, anggota dan pengurus melakukan pemupukan modal sesuai komitmen awal yaitu melalui tabungan dan juga arisan. Tabungan yang terkumpul kemudian dijadikan sebagai simpan pinjam yang hanya boleh diakses oleh anggota. Berkat pemupukan modal tersebut, keperluan permodalan anggota menjadi cukup terbantu.
Kemudian sebagai penyokong Poktan Setia yang menjadikan singkong sebagai komoditas utama, KWT Mawar juga turut membantu dalam proses pembuatan tepung mocaf. Selain itu, secara bertahap anggota KWT Mawar juga sudah mulai membuat produk berbahan tepung mocaf yaitu Nastar Mocaf dan Bolu Mocaf yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan.

KWT Mawar juga mencoba merambah melakukan olahan ubi jalar ungu dengan membuat cemilan berupa kembang goyang ubi ungu dan keripik ubi jalar ungu yang rasanya manis. Sayangnya produk ini hanya diproduksi apabila ada permintaan sehingga belum tersedia secara kontinyu.

Selain mengusahakan permodalan dan produk olahan, KWT Mawar juga mengusahakan pemanfaatan pekarangan dengan menanam sayuran daun serta bumbu dapur. Awalnya kelompok ini memang lebih cenderung memanfaatkan pekarangan daripada menghasilkan produk. Namun seiring berjalannya waktu, kedua hal tersebut dapat dijalani secara beriringan.
Manisnya Olahan Ubi Jalar Khas KWT Melati

Berstatus sebagai kelompok wanita tani (kwt) kelas madya, menjadikan KWT Melati sebagai kwt paling senior di Desa Cikarawang. Kelompok ini merupakan kelompok pendukung dari Poktan Hurip yang mengkhususkan dirinya dalam budidaya ubi jalar. Sementara itu, KWT Melati yang beranggotakan kurang lebih 20 orang menjadikan ubi jalar sebagai pangan olahan yang memiliki nilai tambah.
Sebagai salah satu cara mendukung diversifikasi pangan yang digaungkan oleh pemerintah, KWT Melati berusaha untuk menghasilkan produk olahan lokal berbasis ubi jalar dan tepung ubi jalar.
Produk olahan dengan menggunakan ubi jalar segar diolah menjadi keripik ubi jalar dan minuman sari ubi jalar. Sedangankan produk olahan yang menggunakan tepung ubi jalar diolah menjadi brownies ubi jalar dan muffin ubi jalar.
Untuk memasarkan produknya, KWT Melati dibantu oleh berbagai pihak, mulai dari dinas terkait di Pemkab Bogor, mapun lembaga dan mahasiswa dari IPB dan Universitas Juanda. Berkat dukungan tersebut, produk KWT Melati cukup dikenal oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor.
Banyak sekali tantangan yang dihadapi dalam pemasaran produk di antaranya adalah masih kalah saing oleh produk yang menggunakan bahan dasar terigu. Padahal seperti yang kita ketahui mengkonsumsi terigu secara terus-menerus itu tidak baik. Inilah yang perlu diperjuangkan oleh KWT Melati ketika memasarkan produknya yaitu memberikan edukasi tentang manfaat ubi jalar sebagai pengganti terigu.
Apabila ingin mencoba produk olahan dari KWT Melati, dapat melihat halaman kategori produk di website ini atau klik tautan INI.

Kelompok Subur Makmur, Penghasil Buah dan Bibit Jambu Kristal dari Cikarawang

Didirikan pada tahun 2012, kelompok ini menjadi kelompok hortikultura satu-satunya di Desa Cikarawang. Mereka adalah para petani yang menghasilkan buah dan bibit jambu kristal yang tergabung dalam Kelompok Tani Subur Makmur.
Jika kelompok lain lebih memilih menanam palawija lantaran tidak mendapatkan air, maka kelompok ini lebih memilih menanam jambu kristal di lahan yang juga minim akses air. Ada alasan yang membuat kelompok ini lebih memilih mengusahakan komoditas jambu kristal.
Pertama, karena saat itu komoditas jambu kristal sedang booming sementara yang menanam baru sedikit. Itu sebabnya para petani di Poktan Subur Makmur lebih memilih menanam komoditas tahunan yang dianggap memiliki pasar yang lebih jelas akibat permintaan yang cukup banyak.
Kedua, karena ingin mendukung program pemerintah yang mengajak masyarakat untuk gemar mengkonsumsi buah khususnya buah-buahan lokal. Tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia diketahui masih sangat sedikit, kurang lebih di bawah 100 ton per tahun (sumber: ). Sementara di negara maju, tingkat konsumsi buah mencapai di atas 300 ton per tahun.

Ketiga, karena jambu kristal merupakan buah yang unik. Berbeda dari jambu pada umumnya, jambu kristal memiliki rasa yang manis dengan tekstur renyah serta minim biji atau seedless. Apalagi diketahui bahwa vitamin C yang terkandung dalam buah jambu kristal sangat baik untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh.
Ketiga alasan itulah yang akhirnya Poktan Subur Makmur hingga kini tetap mengusahakan jambu kristal sebagai komoditas utama usaha pertanian mereka. Meskipun baru dibentuk sekitar tahun 2012 lalu, sebanyak 19 orang pettani yang tergabung dalam Poktan Subur Makmur sudah sangat mahir dalam budidaya jambu kristal. Bahkan mereka kerap melakukan percobaan sendiri demi untuk menghasilkan jambu kristal yang berkualitas.
Kedepannya, sambil mengusahakan jambu kristal, kelompok ini juga mulai mencoba mengembangkan bibit jambu lainnya yaitu jambu deli yang juga memiliki rasa sangat manis.
Dukungan Kelompok Tani Mekar untuk Lumbung Pangan di Desa Cikarawang

Dapat dikatakan Kelompok Tani Mekar (Poktan Mekar) adalah kelompok pangan yang paling bungsu di Desa Cikarawang. Meskipun begitu, keberadaan kelompok tani ini cukup penting mengingat lahan yang ada di Poktan Mekar masih mendukung lumbung padi di Desa Cikarawang meskipun keberadaan air tidak selancar di Poktan Subur Jaya.
Poktan Mekar memiliki anggota sekitar 59 orang (berdasarkan pengajuan RDKK 2019) dengan luas lahan yang dapat ditanami padi seluas 17 hektar. Luasan ini bisa jadi akan lebih apabila akses air pada jides dan jitut yang mengaliri lahan Poktan Mekar berjalan lancar.
Poktan Mekar mampu menanam padi hingga dua musim tanam selama persediaan air ada. Setelah itu akan berganti komoditas menjadi tanaman ubi jalar, bengkoang, dan kacang tanah.
Untuk mendukung budidaya tanaman yang ada di Poktan Mekar, telah dilakukan diseminasi teknologi melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan adalah SL PTT padi sawah yang dilaksanakan secara swadaya, demplot PTT, demonstrasi cara, dan pertemuan rutin kelompok.

Demplot PTT padi sawah yang sudah dilakukan di Poktan Mekar cukup memberikan keyakinan kepada beberapa anggota kelompok terutama dalam hal penggunaan jarak tanam jajar legowo 2:1. Dari hasil ubinan diketahui bahwa hasil demplot jarwo mampu menghasilkan produksi lebih banyak 1.34 ton GKP lebih banyak dibandingkan hasil ubinan tanpa jarak tanam. Diharapkan dari hasil perbandingan tersebut, para petani selanjutnya mau menerapkan PTT padi sawah.
Selanjutnya untuk mendukung keberhasilan tanam ubi jalar di Poktan Mekar, telah dilakukan percobaan membuat perangkap Fero-Lanas untuk mengurangi populasi hama lanas di Poktan mekar.
Kedepannya masih banyak agenda yang perlu dilakukan di Poktan Mekar, mengingat kelompok ini berkembang lebih belakang dibanding tiga kelompok pangan lainnya di Desa Cikarawang.
Potensi Kelompok Tani Subur Jaya Sebagai Lumbung Padi Desa Cikarawang

Sesuai dengan namanya, Subur Jaya, kelompok tani ini adalah salah satu kelompok yang diharapkan sebagai lumbung padi di Desa Cikarawang. Hal tersebut terjadi mengingat banyak sekali perubahan yang terjadi di Desa Cikarawang akibat pembangunan dan alih fungsi lahan. Salah satunya adalah akses air yang sulit didapatkan di dua poktan yaitu Hurip dan Setia. Maka Poktan Subur Jaya selaku poktan yang hingga saat ini masih mendapatkan akses air, menjadikannya sebagai harapan lumbung padi di Desa Cikarawang.
Saat ini, kelompok tani Subur Jaya beranggotakan kurang lebih 30 orang (berdasarkan pengajuan RDKK 2019) dengan luas garapan khusus padi kurang lebih 15 ha. Sebenarnya dapat diusahakan lebih dari luasan tersebut asalkan air terpenuhi hingga dua musim penanaman padi.

Guna mendukung kebutuhan adopsi teknologi di Kelompok Tani Subur Jaya, telah dilakukan berbagai aktivitas penyuluhan seperti diadakannya sekolah lapang (SL) baik SL PTT maupun SL PHT, demplot varietas unggul baru, demonstrasi cara, hingga pertemuan rutin.
Dari beberapa aktivitas penyuluhan yang telah dilakukan, ada beberapa petani yang akhirnya benar-benar mau mengadopsi informasi teknologi yang diberikan seperti penggunaan jarak tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, penggunaan pestisida organik, hingga membuat perangkap untuk mengurangi hama.
Tantangan yang dihadapi oleh kelompok ini selanjutnya adalah bagaimana mampu menambah partisipasi anggota kelompok agar sama-sama melaksanakan kegiatan budidaya yang menguntungkan. Hal yang sudah terlihat di kelompok ini adalah adanya tanam serempak khusus padi karena sudah dirasakan manfaatnya apabila dilakukan tanam serempat yang ternyata mampu mengurangi hama penyakit.
Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan adalah kedisiplinan anggota kelompok dalam memelihara saluran irigasi bekerja sama dengan P3A Patapaan Medang. Ini menjadi pekerjaan rumah jangka panjang bagi kelompok mengingat air menjadi kebutuhan vital dalam budidaya.
Kelompok Tani Setia, Mengubah Singkong Menjadi Lebih Istimewa

Salah satu kelompok tani yang ada di Desa Cikarawang adalah Kelompok Tani Setia (Poktan Setia). Kelompok tani ini menjadikan ubi kayu atau singkong sebagai komoditas unggulan. Pemilihan komoditas ini bukanlah tanpa sebab, selalin karena memang sudah memiliki pasar, kondisi agroekosistem yang berada di lahan kelompok memang cenderung lebih cocok untuk penanaman palawija khususnya singkong.
Poktan Setia beranggotakan kurang lebih 19 orang (berdasarkan data pengajuan RDKK 2019) dengan kelas kelompok Lanjut. Poktan Setia mampu melihat peluang pasar lebih mendalam dengan memberikan nilai tambah pada komoditas singkong yaitu mengubahnya menjadi tepung mocaf yang sedang trend sebagai pengganti gandum dan terigu.

Poktan Setia sendiri mampu menghasilkan kurang lebih 20 ton singkong per bulan. Hasil panen segar ini juga sudah dilirik oleh Green Hope (dulunya PT Tirta Marta) yang mengolah aci singkong menjadi kantong plasting ramah lingkungan (biodegradable) berlabel Ecoplas.
Demi terpenuhinya kebutuhan aci singkong ini, Poktan Setia telah melakukan MOU dengan PT Tirta Marta sejak tahun 2012 lalu. Poktan Setia wajib mengirimkan sebanyak 2 ton singkong segar kepada PT Tirta Marta untuk selanjutnya diolah menjadi aci dan dibuat menjadi Ecoplas.
Kelebihan hasil panen segar singkong ataupun umbi singkong yang berukuran kecil namun masih memiliki kualitas yang baik, selanjutnya diolah menjadi tepung mocaf yang merupakan modifikasi tepung singkong yang telah difermentasi.
Baca ini yuk: Tepung Mocaf Setia

Tepung mocaf ini memiliki tekstur yang halus sehingga dapat menggantikan kecanduan akan terigu. Dengan demikian cita-cita untuk menggunakan produk pangan lokal non terigu dapat tercapai sehingga secara tidak langsung, Poktan Setia telah mendukung pemerintah dalam diversifikasi pangan.
Untuk kebutuhan tepung mocaf sendiri, Poktan Setia telah mampu menghasilkan tepung mocaf sebanyak 3 ton per bulan dengan konsumen para pelaku UKM sejabodetabek.
Hasil dari tepung mocaf ini juga diolah menjadi produk pangan yang dikelola oleh KWT Mawar dalam bentuk Nastar Mocav dan KWT Dahlia dalam bentuk Pangsit Mocaf serta Brownies Mocaf.
Meningkatkan Nilai Tambah Ubi Jalar Melalui Kelompok Tani Hurip

Kelompok Tani Hurip (Poktan Hurip) adalah salah satu kelompok yang ada di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Kelompok yang dipimpin oleh Bapak Ahmad Bastari merupakan kelompok yang menjadikan ubi jalar sebagai komoditas unggulan yang diusahakan anggotanya.
Poktan Hurip beranggotakan kurang lebih 61 orang petani (berdasarkan data pengajuan RDKK 2019) dengan kelas kelompok Utama. Penilaian ini bukanlah hanya formalitas semata karena Poktan Hurip telah mampu memberikan nilai tambah pada komoditas ubi jalar melalui inovasi yang dihadirkan yaitu mengubah ubi jalar segar menjadi tepung ubi jalar.
Baca ini yuk: Tepung Ubi Jalar Hurip

Poktan Hurip telah menandatangani MOU dengan UD Apo Ranju dalam pengiriman ubi jalar segar untuk keperluan pembuatan saos cabai. Hampir setiap bulannya Poktan Hurip mengirimkan ubi jalar segar yang sudah dikupas sebanyak kurang lebih 50 ton sesuai permintaan.
Ada beberapa kriteria yang diminta oleh pabrik untuk pengiriman ubi jalar segar. Bagi ubi jalar yang tidak masuk ke dalam kriteria namun masih memiliki kualitas yang baik, maka akan dikumpulkan dan diolah menjadi tepung ubi jalar sehingga meminimalisir jumlah ubi jalar yang tidak terpakai.

Selanjutnya tepung ubi jalar ini kemudian diolah menjadi produk pangan lokal bekerja sama dengan kelompok wanita tani (KWT) khususnya KWT Melati yang mengolah tepung ubi jalar menjadi brownies ubi jalar serta muffin ubi jalar.
Kedepannya, Poktan Ubi Jalar akan mengembangkan produk lainnya dengan menggunakan bahan ubi jalar seperti mengembangkan teh daun ubi jalar yang ternyata memiliki khasiat. Hanya saja saat ini produk tersebut masih dalam tahap pengujian.
Itulah sebabnya Poktan Hurip masuk ke dalam kelas kelompok utama karena mampu mengusahakan secara komersial melalui penerapan teknologi secara cermat dan khusus serta komoditas yang diusahakan merupakan komoditas pilihan sesuai dengan peluang pasar dan permintaan masyarakat. Selain itu, sistem pengusahaanya telah menjamin hubungan kerja sama dan kemitraan seluruh pihak melalui perjanjian dan kesepakatan tertulis.
Semoga kedepannya Poktan Hurip semakin maju bersama dengan meningkatknya kesejahteraan para anggota.
KEP Tani Jaya Bersama

KEP Tani Jaya Bersama adalah lembaga perekonomian petani di Desa Cikarawang yang didirikan dari tingkat desa sebagai implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Dalam amanat undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan berkewajiban mendorong dan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani (KEP).
KEP Tani Jaya Bersama didirikan pada tanggal 13 September 2018 yang menjadi satu-satunya KEP yang terbentuk di Kabupaten Bogor pada tahun yang sama. KEP Tani Jaya Bersama merupakan penumbuhan dari Gapoktan Mandiri Jaya yang dipercaya sudah memiliki usaha kelompok dan pencatatan administrasi yang tertata sehingga dipercaya untuk mendirikan KEP.
Diketuai oleh Bapak Ahmad Bastari selaku ketua terpilih melalui sistem pemungutan suara, KEP Tani Jaya Bersama berdiri melalui prinsip koperasi. Pada saat pembentukkan, ada sekitar 18 orang yang tergabung ke dalam KEP Tani Jaya Bersama. Diharapkan kedepannya akan semakin banyak anggota petani yang masuk ke dalam KEP.
Kegiatan yang dilakukan oleh KEP Tani Jaya Bersama meliputi usaha on farm hingga off farm. Unit usaha on farm melakukan kegiatan pengadaan saprodi seperti pengadaan pupuk non subsidi, pupuk organik cair, pestisida, dan lan-lain. Sedangkan unit usaha off farm meliputi usaha olahan pangan yang digawangi oleh KWT dengan olahan komoditas unggulan ubi jalar dan singkong. Kemudian ada juga unit pendukung yaitu unit usaha alsintan yang membantu dalam pengelolaan alsintan di Desa Cikarawang.
Kegiatan rutin yang dilakukan oleh KEP Tani Jaya Bersama adalah pertemuan rutin bulanan untuk menyelesaikan administrasi dan transfer teknologi.
Keripik Daun Singkong Dahlia

KERIPIK DAUN SINGKONG DAHLIA
- Komposisi: Daun singkong, minyak goreng, tapioka, terigu, garam, penyedap, bawang putih, ketumbar, dan margarine
- P-IRT nomor 216320101038520
diproduksi oleh:
Euis
KWT Dahlia
No. HP: 085710910445
Jaknis Chips Keripik Jagung Manis

JAKNIS CHIPS
Keripik Jagung Manis
- Komposisi: Jagung manis, tepung terigu, mentega, tapioka, keju, dan garam
- 100% produk Indonesia dan renyah saat dikunyah
- Rasa jagung manis masih terasa
diproduksi oleh:
Hasanah-KWT Dahlia
Cp: Ibu Ana (0858-1437-0798)
Stik Singkong Widi
Stik Singkong Widi
- Terbuat dari singkong, tepung terigu, tepung tapioka, minyak nabati, garam, dan penyedap rasa
- PIRT nomor 2153201010387-20
- LPPOM MUI nomor 91101133481213
- Harga Rp. 10.000/bungkus (100 gram)
Diproduksi oleh:
Widi, KWT Dahlia
CP: Ibu Widya, 0813-2270-7871
ARA Rempeyek

ARA Rempeyek
- Komposisi: Tepung beras, tepung tapioka, garam, kencur, kemiri, daun jeruk, kacang ijo, kacang tanah, penyedap masakan, udang rebon.
- Tersedia tiga macam jenis rempeyek yaitu: rempeyek kacang ijo, rempeyek, kacang tanah, dan rempeyek udang rebon
- P-IRT No: 2063201010022-20
Diproduksi oleh:
ARA-KWT Dahlia
Cp. Ibu Runi (081315953598)
Pangsit Mocaf

Pangsit Mocaf
- Terbuat dari tepung mocaf, tepung tapioka, seledri, bawang putih, cabe, garam, mentega, dan minyak goreng.
- Tersedia lima pilihan rasa yaitu Original, Bawang Daun, Seledri, Keju, dan Cabe Rawit.
- Harga produk Rp. 20.000,-/250 gram.
Diproduksi oleh:
KWT Dahlia
Cp. Ibu Enok Hasanah (085719630538)
Ubi Jalar

Ubi Jalar Segar
Kelompok Tani Hurip, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor menyediakan ubi jalar segar berkualitas (grade A) baik ubi jalar putih, ubi jalar ungu, maupun ubi jalar kuning.
Untuk pemesanan silahkan hubungi Bapak Ahmad Bastari di nomor: 0817181272
Brownies Ubi

Brownies Ubi
- Terbuat dari tepung ubi jalar putih dengan tambahan komposisi terigu, telur, gula, cokelat margarin, susu, dan vanili.
- P-IRT No: 2063201010103-18
- Nikmat untuk dijadikan cemilan sehat keluarga
- Harga Rp. 30.000/box
Diproduksi oleh:
Ratu Brownies (KWT Melati)
Cp: Ibu Normayanti (081318711265)
